Translate

Senin, 15 Juli 2013

Pre event TIOS 2013


Selasa (23/4), Siang itu benar-benar terik, dedaunan tampak dengan jelas gugur dari dahannya. Terlihat sekelompok orang berkumpul membentuk kerumunan mengelilingi sebuah stand kecil.  Rasa penasaran pun tak terpendam lagi. Sembari menuju ke lokasi,  bunyi thok-thok-thok pun sayup-sayup terdengar.
Ternyata sebuah event kecil yang memperkenalkan Teknik Industri On the Spot atau lebih familiarnya dikenal dengan nama TIOS, yang merupakan event raksasa Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Atma Jaya Yogyakarta. Acara kali ini diberi nama Pre event TIOS 1, para panitia dengan anggunnya mengenakan properti bajak laut lalu dengan lincah memperkenalkan kepada para pengunjung  tentang perahu othok-othok. Ya, perahu othok-othok ini merupakan salah satu mainan tradisional yang diperlombakan TIOS dengan nama Go-Ship 2nd pada tanggal 13-15 Mei 2013 nanti. Ada 2 kategori yang diperlombakan, yaitu kategori race dan  festival. Kegiatan-kegiatannya antara lain membagikan flyer TIOS, mensimulasikan kapal othok-othok, mendemokan cara pembuatan kapal othok-othok tersebut. Acara ini berlangsung sekitar pukul setengah 11 pagi – 3 siang.  Setelah hampir  5 jam melakukan aksinya, dengan penuh bangga panitia pun membubarkan acara.
Eh,eh, eh  tunggu dulu.. Ternyata Pre-event TIOS bukan diselenggarakan satu kali saja. Panitia sendiri ternyata telah menyelenggarakan Pre-event TIOS untuk kedua kalinya di alun-alun kidul Yogyakarta pada hari sabtu (4/5). Kegiatan-kegiatannya antara lain menarik para pengunjung untuk ambil ikut partisipasi, sembari membagikan selebaran-selebaran. Walaupun hujan sempat mengguyur cukup lama, namun itu tidak menyurutkan semangat para panitia. Dan ini merupakan suatu keseriusan panitia dalam menyukseskan TIOS nanti.
Congratzz..





Selasa, 01 Januari 2013

The History

Untuk kalian semua yang ingin mengenal punk lebih jauh..

Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.
Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun terkadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.
Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.
Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.
Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.

Gaya hidup dan Ideologi
Psikolog brilian asal Rusia, Pavel Semenov, menyimpulkan bahwa manusia memuaskan kelaparannya akan pengetahuan dengan dua cara. Pertama, melakukan penelitian terhadap lingkungannya dan mengatur hasil penelitian tersebut secara rasional (sains). Kedua, mengatur ulang lingkungan terdekatnya dengan tujuan membuat sesuatu yang baru (seni).
Dengan definisi diatas, punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (performer) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (appearances) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (ideas).
Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.
Akibatnya punk dicap sebagai musik rock n’ roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.
Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata "ideas" dan "logos" yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek "jor-joran" yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.

Punk dan Anarkisme
Kegagalan Reaganomic dan kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam di tahun 1980-an turut memanaskan suhu dunia punk pada saat itu. Band-band punk gelombang kedua (1980-1984), seperti Crass, Conflict, dan Discharge dari Inggris, The Ex dan BGK dari Belanda, MDC dan Dead Kennedys dari Amerika telah mengubah kaum punk menjadi pemendam jiwa pemberontak (rebellious thinkers) daripada sekadar pemuja rock n’ roll. Ideologi anarkisme yang pernah diusung oleh band-band punk gelombang pertama (1972-1978), antara lain Sex Pistols dan The Clash, dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik.
Di Indonesia, istilah anarki, anarkis atau anarkisme digunakan oleh media massa untuk menyatakan suatu tindakan perusakan, perkelahian atau kekerasan massal. Padahal menurut para pencetusnya, yaitu William Godwin, Pierre-Joseph Proudhon, dan Mikhail Bakunin, anarkisme adalah sebuah ideologi yang menghendaki terbentuknya masyarakat tanpa negara, dengan asumsi bahwa negara adalah sebuah bentuk kediktatoran legal yang harus diakhiri.
Negara menetapkan pemberlakuan hukum dan peraturan yang sering kali bersifat pemaksaan, sehingga membatasi warga negara untuk memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Kaum anarkis berkeyakinan bila dominasi negara atas rakyat terhapuskan, hak untuk memanfaatkan kekayaan alam dan sumber daya manusia akan berkembang dengan sendirinya. Rakyat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa campur tangan negara.
Kaum punk memaknai anarkisme tidak hanya sebatas pengertian politik semata. Dalam keseharian hidup, anarkisme berarti tanpa aturan pengekang, baik dari masyarakat maupun perusahaan rekaman, karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup dan perusahaan rekaman sesuai keinginan mereka. Punk etika semacam inilah yang lazim disebut DIY (do it yourself/lakukan sendiri).
Keterlibatan kaum punk dalam ideologi anarkisme ini akhirnya memberikan warna baru dalam ideologi anarkisme itu sendiri, karena punk memiliki ke-khasan tersendiri dalam gerakannya. Gerakan punk yang mengusung anarkisme sebagai ideologi lazim disebut dengan gerakan Anarko-punk.
Komunitas yang satu ini memang sangat berbeda sendiri dibandingkan dengan komunitas pada umumnya. Banyak orang yang menilai bahwa komunitas yang satu ini termasuk salah satu komuitas yang urakan, berandalan dan sebagainya. Namun jika dicermati lebih dalam banyak sekali yang menarik yang dapat Anda lihat di komunitas ini. Punk sendiri terbagi menjadi beberapa komunitas-komunitas yang memiliki ciri khas tersendiri, terkadang antara komunitas yang satu dengan komunitas yang lain juga sering terlibat masalah. Walaupun begitu mungkin beberapa komunitas Punk di bawah ini dapat mempengaruhi kehidupan Anda sehari-hari.


Punk Community
Anarcho Punk
Komunitas Punk yang satu ini memang termasuk salah satu komunitas yang sangat keras. Bisa dibilang mereka sangat menutup diri dengan orang-orang lainnya, kekerasan nampaknya memang sudah menjadi bagiandari kehidupan mereka. Tidak jarang mereka juga terlibat bentrokan dengan sesama komunitas Punk yang lainnya.
Anarcho Punk juga sangat idealis dengan ideologi yang mereka anut. Ideologi yang mereka anut diantaranya, Anti Authoritarianism dan Anti Capitalist.Crass, Conflict, Flux Of Pink Indians merupakan sebagian band yang berasal dari Anarcho Punk.

Crust Punk
Jika Anda berpikir bahwa Anarcho Punk merupakan komunitas Punk yang sangat brutal, maka Anda harus menyimak yang satu ini. Crust Punk sendiri sudah diklaim oleh para komunitas Punk yang lainnya sebagai komunitas Punk yang paling brutal. Para penganut dari faham ini biasa disebut dengan Crusties. Para Crusties tersebut sering melakukan berbagai macam pemberontakan dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Musik yang mereka mainkan merupakan penggabungan dari musik Anarcho Punk dengan Heavy Metal. Para Crusties tersebut merupakan orang-orang yang anti sosial, mereka hanya mau bersosialisasi dengan sesama Crusties saja.

Glam Punk
Para anggota dari komunitas ini merupakan para seniman. Apa yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari sering mereka tuangkan sendiri dalam berbagai macam karya seni. Mereka benar-benar sangat menjauhi perselisihan dengan sesama komunitas atau pun dengan orang-orang lainnya.

Hard Core Punk
Hard Core Punk mulai berkembang pada tahun 1980an di Amerika Serikat bagian utara. Musik dengan nuansa Punk Rock dengan beat-beat yang cepat menjadi musik wajib mereka. Jiwa pemberontakan juga sangat kental dalam kehidupan mereka sehari-hari, terkadang sesama anggota pun mereka sering bermasalah.

Nazi Punk
Dari sekian banyaknya komunitas Punk, mungkin Nazi Punk ini merupakan sebuah komunitas yang benar-benar masih murni. Faham Nazi benar-benar kental mengalir di jiwa para anggotanya. Nazi Punk ini sendiri mulai  berkembang di Inggris pada tahun 1970an akhir dan dengan sangat cepat menyebar ke Amerika Serikat. Untuk musiknya sendiri, mereka menamakannya Rock Against Communism dan Hate Core.

The Oi
The Oi atau Street Punk ini biasanya terdiri dari para Hooligan yang sering membuat keonaran dimana-mana, terlebih lagi di setiap pertandingan sepak bola. Para anggotanya sendiri biasa disebut dengan nama  Skinheads. Para Skinheads ini sendiri menganut prinsip kerja keras itu wajib, jadi walaupun sering membuat  kerusuhan mereka juga masih memikirkan kelangsungan hidup mereka. Untuk urusan bermusik, para Skinheads ini lebih berani mengekspresikan musiknya tersebut dibandingakan dengan komunitas-komunitas Punk yang lainnya. Para Skinheads ini sendiri sering bermasalah dengan Anarcho Punk dan Crust Punk.

Queer Core
Komunitas Punk yang satu ini memang sangat aneh, anggotanya sendiri terdiri dari orang-orang “sakit”, yaitu para lesbian, homoseksual, biseksual dan para transexual. Walaupun terdiri dari orang-orang “sakit”, namun komunitas ini bisa menjadi bahaya jika ada yang berani mengganggu mereka. Dalam kehidupan, anggota dari komunitas ini jauh lebih tertutup dibandingkan dengan komunitas-komunitas Punk yang lainnya. Queer Core ini sendiri merupakan hasil perpecahan dari Hard Core Punk pada tahun 1985.

Riot Grrrl
Riot Grrrl ini mulai terbentuk pada tahun 1991, anggotanya ialah para wanita yang keluar dari Hard Core Punk. Anggota ini sendiri juga tidak mau bergaul selain dengan wanita. Biasanya para anggotanya sendiri berasal dari Seattle, Olympia dan Washington DC.

Scum Punk
Jika Anda tertarik dengan Punk, mungkin ini salah satu komunitas yang layak untuk diikuti. Scum Punk menamakan anggotanya dengan sebutan Straight Edge Scene. Mereka benar-benar mengutamakan kenyamanan, kebersihan, kebaikan moral dan kesehatan. Banyak anggota dari Scum Punk yang sama sekali tidak mengkonsumsi zat-zat yang dapat merusak tubuh mereka sendiri.

The Skate Punk
Skate Punk memang masih erat hubungannya dengan Hard Core Punk dalam bermusik. Komunitas ini berkembang pesat di daerah Venice Beach California. Para anggota komunitas ini biasanya sangat mencintai skate board dan surfing.

Ska Punk
Ska Pun merupakan sebuah penggabungan yang sangat menarik antara Punk dengan musik asal Jamaica yang biasa disebut reggae. Mereka juga memiliki jenis tarian tersendiri yang biasa mereka sebut dengan Skanking atau Pogo, tarian enerjik ini sangat sesuai dengan musik dari Ska Punk yang memilikibeat-beat yang sangat cepat.

Punk Fashion
Para Punkers biasanya memiliki cara berpakaian yang sangat menarik, bahkan tidak sedikit masyarakat yang bukan Punkers meniru dandanan mereka ini. Terkadang gaya para Punkers ini juga digabungkan dengan gaya berbusana saat ini yang akhirnya malah merusak citra dari para Punkers itu sendiri. Untuk pakaiannya sendiri, jaket kulit dan celana kulit menjadi salah satu andalan mereka, namun ada juga Punkers yang menggunakan celana jeans yang sangat ketat dan dipadukan dengan kaos-kaos yang bertuliskan nama-nama band mereka atau kritikan terhadap pemerintah. Untuk rambut biasanya gaya spike atau mohawk menjadi andalan mereka. Untuk gaya rambut ini banyak orangorang biasa yang mengikutinya karena memang sangat menarik, namun terkadang malah menimbulkan kesan tanggung. Body piercing, rantai dan gelang spike menjadi salah satu yang wajib mereka kenakan. Untuk sepatu, selain boots tinggi, para Punkers juga biasa menggunakan sneakers namun hanya sneakers dari Converse yang mereka kenakan.
Gaya para punkers tersebut nampaknya semakin marak dikenakan akhir-akhir ini, jika begitu mungkin Anda setuju dengan ungkapan PUNK NOT DEAD.!!

http://www.waingapu.com/

Senin, 19 November 2012

Mainstream VS Anti-Mainstream


Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang berbeda dari ciptaan- ciptaan Tuhan yang lain karena akal budi yang dimilikinya. Akal budi sendiri digunakan dalam kehidupan manusia untuk membedakan suatu hal yang baik dan buruk. Namun pernahkah anda berpikir bahwa apa yang anda pikirkan itu benar, belum tentu benar oleh orang lain? Atau apa yang anda pikir itu salah, akan dianggap salah pula oleh orang lain?
Semua ini tergantung pada jenis pola pikir apa yang anda terapkan saat ini. Oleh sebab itu, mari kita lihat beberapa contoh pola pikir yang sedang terjadi di masyarakat.
Mainstream adalah pola pikir manusia yang selalu cenderung mengikuti perkembangan/trend yang sedang terjadi di sekitar kehidupan sehari-hari mereka.
Orang-orang ini mempunyai sifat yang supel dan mempunyai jiwa sosial yang tinggi, dan Pada dasarnya orang-orang yang berpola pikir mainstream ini selalu ingin terlihat sama seperti orang lain. Mereka  terkesan tidak mau ketinggalan zaman, atau yang biasa kita disebut dengan istilah kolot, norak, dll.
“loe bisa, kenapa gue gak bisa?” mungkin ini yang merupakan dasar pemikiran para mainstream. Oleh sebab itu, segala sesuatu yang terkesan baru akan segera dipelajari dan untuk selanjutnya akan ia terapkan dalam kehidupannya. Contohnya seperti gaya berpakaian yang selalu trendy, cenderung menyukai musik yang bertema cinta.
Kelebihan para mainstream ini  adalah mempunyai sifat yang baik yaitu mudah bergaul, lebih terbuka akan segala perkembangan-perkembangan yang sedang terjadi.
Untuk kekurangannya sendiri, para mainstream lebih kepada pergolakkan dalam diri mereka sendiri yang mana mereka sering kehilangan jati diri mereka sendiri, sebagai akibat atas segala bentuk perkembangan yang sedang terjadi.
Namun pernahkah anda mengenal seseorang yang mempunyai pola pikir yang berbeda dari orang-orang kebanyakan?
Orang-orang seperti ini biasa disebut anti-mainstream. Berlawanan dengan mainstream, orang yang pola pikirnya anti-mainstream pada dasarnya ingin terlihat berbeda dari orang lain atau biasa disebut juga anti kecenderungan. Kebanyakan orang-orang seperti ini mempunyai suatu sifat idealism yang kuat.
Idealisme merupakan suatu sifat yang didapat setelah sekian lama seseorang mengarungi hidup, dimana mereka banyak belajar tentang apa sebenarnya arti kehidupan itu.  Idealisme sendiri takkan bisa di ubah dengan mudah sebagaimana bertolak belakang dengan para penganut mainstream.
Para anti-mainstream sendiri lebih mempunyai sifat individualis. Individualisme disini bukan berarti mereka tidak mau bersosialisasi, namun orang seperti ini merasa bahwa mereka masih sanggup berjalan di jalan mereka sendiri, yang menurut mereka itu benar tanpa merugikan orang-orang di sekitar mereka.
“Apa salahnya tersesat, selama mengikuti kemana hati ini ingin pergi”,  itulah pemikiran utama para anti-mainstream. Apa yang menurut orang lain benar, pada kenyataan atau realitasnya belum tentu benar.
Dengan kata lain, para anti-mainstream ini berani memecahkan stigma-stigma yang beredar di masyarakat.
Sebagai contoh kecilnya adalah tatto. Tatto yang dulunya merupakan suatu hal yang tabu di masyarakat. Namun di tangan mereka, kini tatto telah berubah menjadi suatu hal yang lebih familiar yakni seni.
Contoh yang lainnya adalah tema musik. Untuk masalah tema musik sendiri, para anti-mainstream lebih menyukai lagu-lagu yang bertema sosial, pemberontakan,  perlawanan terhadap kerusakan alam, dll. Lagu-lagu dengan tema seperti itu lebih disukai mereka dari pada hanya sekedar lagu-lagu bertema cinta.  
Bukannya para anti-mainstream membenci cinta, namun mereka beransumsi bahwa hidup itu bukan hanya terdiri atas cinta semata. Banyak hal-hal lain yang tidak kalah pentingnya yang juga harus ikut diperjuangkan.
Kelebihan para penganut anti-Mainstream adalah pada sifat idealisnya. Mereka mampu mempertahankan filosofi hidup apa yang sudah ditetapkan, yang untuk selanjutnya akan mereka jalani. Atau dengan kata lain, mereka akan tetap menjadi diri mereka sendiri tanpa pernah menjadi orang lain.
Kekurangan dari para anti-mainstream adalah juga pada rasa idealis mereka. Para anti-mainstream sering berpikir bahwa pendapat apa yang  mereka keluarkan adalah suatu hal yang mutlak, dan pendapat orang lain adalah sampah. Oleh sebab itu para anti-mainstream mempunyai sifat yang suka meremehkan orang lain, dan lebih sering tertutup akan suatu hal yang bertolak belakang dengan idealisme mereka.
          Itulah berbagai pola pikir yang sedang diterapkan masyarakat pada saat ini. Menjadi Mainstream atau anti-Mainstream adalah pilihan masing-masing pribadi. Selama anda merasa nyaman dengan apa yang anda pikirkan atau anda lakukan, jalanilah. Namun ada satu hal yang perlu dicamkan bahwa perbedaan itu  indah, dan terkadang anda perlu memahami bahwa hidup itu layaknya dua sisi mata uang yang berbeda. Apa yang anda pikir itu benar,pada kenyataan belum tentu benar. Dan Apa yang anda pikir itu salah,pada kenyataan belum tentu salah.



Let’s make it burning and let’s Cheers….x)

Minggu, 10 Juni 2012

It's Gradiens Time

Saya ingat benar hari itu, Jumat 8 Juni 2012. Sekitar jam 3 siang sebuah pesan dari teman, masuk ke inbox saya yang isinya tentang ajakan. Ya.. sebuah ajakan untuk ikut berpatisipasi dalam sebuah event festival band. Dengan sedikit ketidak percayaan diri akan event yang ternyata dilaksanakan lusanya, tepatnya hari minggu, akhirnya saya setuju untuk ikut ambil bagian.
Pada malam harinya, sebuah meeting kecil dilakukan d rumah teman saya. Sekedar mengumpulkan kekuatan, maklum pada saat itu personilnya masih 3 orang. Setelah mendapat konfirmasi kepastian dari kedua personil tambahan, ditambah lagi dengan sudah ditetapkannya lagu-lagu yang akan dibawakan nanti, kami pun pergi mendaftarkan diri.  Ya... dengan nama Gradiens band, kategori remaja dan mendapat nomor peserta 015. Sebuah nomor keberuntungan menurut saya.

Keesokan harinya setelah semua personil telah hadir, aransemen lagupun di buat secara akustik . Diadopsi dari aransemen dari Reloader yang pernah dibuat sebelumnya namun dengan perubahan-perubahan yang cukup signifikan, dapatlah aransemen yang pas untuk lagu wajib yaitu lagu Rumah Kita dengan genre Blues.
Walau hanya 1 jam latihan full team, dan 1 jam lainnya latihan tanpa vokalis di studio, kami sudah merasa mantap.

Hari H-nya pun tiba. banyak band telah mendaftarkan diri. 32 band tepatnya.
Kami pun mendapat urutan tampil ke-6. Dengan bermodalkan aksi panggung dan kekuatan/ciri khas pada setiap personil, lagu pertama yaitu lagu wajib pun kami bawa dengan baik. Namun ada beberapa kendala kecil yg mengganggu kami pada saat itu. Seperi kurang adanya dukungan penonton yang merupakan salah satu kriteria penilaian, ditambah dengan sound system yang saat itu agak bermasalah.

Setelah sekian lama menunggu semua peserta band menunjukkan aksinya, kini tibalah pengumuman 8 besar band yang akan ke final. Nomor urut peserta pun satu per satu di sebutkan. Rasa pesimis ternyata telah melekat pada band kami, ya.. seperti itu kondisi kami pada saat itu.
Setelah 2 nomor urut pertama di bacakan, tanpa disangka-sangka nomor urut 015 pun disebutkan ke urutan ke tiga.. Sebuah angka yang ingin kami dengar pada saat itu.
Setelah mendapat konfirmasi tentang kebenarannya,  Rasa senang bukan main terlihat jelas di wajah semua personil.
Suatu kebanggaan tersendiri dapat menyingkirkan 24 band yang menurut saya sangat baik. Apalagi yang masuk ke final ini hanya sekitar 2 band yang berkategori remaja, dan lainnya semua berkategori dewasa. Dengan masih diselimuti rasa tak percaya, kamipun pergi ke panitia untuk segera melaporkan diri dan bersiap-siap membawakan lagu kedua, lagu pilihan yaitu I Want To Break Free dengan mengusung lagu tersebut dengan genre Rock.

Mendapat urutan tampil ke tiga, dan Bermodalkan permainan yang bersih, kami membawakan lagu tersebut dengan percaya diri. Tanpa kendala yang berarti, sekali lagi kami mampu membawakannya lagu tersebut dengan cukup baik.
Sambil menuggu hasil, kami mendengar lagu-lagu yang dibawakan band-band lain setelah kami. Dan lagu-lagu tersebut mereka bawakan dengan sangat- amat baik. rasa pesimis pun tak bisa dipungkiri lagi.. Terlihat hanya beberapa personil yang terlihat terus optimis.. hehehe x)

Sekali lagi, setelah semua band menunjukkan aksinya, Pengumuman para pemenang pun tiba. Didahului dengan pembacaan pemenang-pemenang Fashion Show, yang juga diperlombakan pada event ini.
Kini saatnya pengumuman para juara band. Juara harapan 3 sudah di umumkan (entah dari mana itu, lupa saya)..
Dan masih terekam jelas di memori saya, rasanya seperti mimpi setelah nomor urut peserta 015 dibacakan sebagai title juara harapan 2. Masih saya ingat jelas kata-kata MC-nya. " juara harapan dua jatuh pada nomor peserta, Kosoong.... (sengaja dipending, mungkin supaya lebih menegangkan) Kosooooong.... (dipending lagi) Kosooong.... Satu Limaaaa......"
Anjritt... rasa senangnya bukan main. walaupun cuma juara harapan 2, namun ini sangat berarti dan berharga bagi kami  (biarkan kami yang mengartikannya sendiri). Dan ini membuktikan bahwa kami dapat berbicara banyak disini.
Ini merupakan sebuah momen terbaik dalam hidup.

For GRADIENS: Keep Rock n' Roll man...x)

Jumat, 25 Mei 2012

SMAK GIOVANNI Kupang lulus 100%

Kebahagiaan nampak tersirat di wajah siswa-siswi SMAK Giovanni Kupang setelah mengetahui bahwa sekolahnya dinyatakan 100% lulus dalam Ujian Nasional 2011/2012.
Merupakan hasil yang memuaskan manakala sebentar lagi sekolah ini akan merayakan pesta ulang tahunnya yang ke-50 pada tanggal 8 September 2012 nanti.
Ini merupakan kado spesial yang diberikan para siswa-siswi angkatan emas kepada almamaternya.
Maju terus Giovanni, selalu jadi yang terbaik..